Rabu, 02 Juni 2021

Karomah Mama Eyang Rende Sang Wali Athfal

 


Karomah Mama Eyang Rende Sang Wali Athfal

SILSILAH

PRABU SILIH WANGI 2 RADEN PAMANAH RASA + NYIMAS TEJAMANTRI NYIMAS RATNA MAYANG SUNDA KENTRING MANIK Kagungan putra 5 :


1. PRABU SURAWISESA JAYA PERKOSA RADEN JAKA MANGUNDRA

PRABU GURU GANTANGAN SURA LAYA DIKUSUMAH JAKA PUSPA ( 1522 - 1535 )

2. RADEN GANTANGAN WANGI MANGKURAT MANGKU NAGARA

3. RADEN GANTANG NAGARA

4. RADEN GANTANG PAKUAN

5. RADEN CEUMEUT RADEN MEUMEUT RADEN AMEUT


1. PRABU SURAWISESA JAYA PERKOSA RADEN JAKA MANGUNDRA

PRABU GURU GANTANGAN SURA LAYA DIKUSUMAH JAKA PUSPA Apuputra :

- PANGERAN SUNTEN JAYA PRABU DEWATA BUANA RATU DEWATA ( 1535-1543M ) Apuputra :

- PRABU RATU SAKTI ( 1543 - 1551 M ) Apuputra :

- PRABU NILAKENDRA ( 1551 - 1567 M ) Apuputra :

- PRABU SEDA PRABU RAGA MULYA SURYAKANCANA PRABU SILIH WANGI VIII

Raja terakhir Pajajaran di Pulasari ( 1567 M - 1579 M ) gelar Pun Hajji Wali Sakti

Hidayatullah ( Eyang Hajji Jaya Pakuan ) Apuputra :


- PRABU LINGGA PAKUAN ( 1580 M ) Apuputra :

- PRABU PANDAAN UKUR PRABU PANANDEAN UKUR ( 1605 M ) Apuputra :

- DIPATI UKUR AGEUNG RADEN WANGSA JAYA ( 1630 M ) Apuputra :

- DIPATI UKUR ANOM RADEN WANGSA TARUNA ( 1587 - 1650 M ) Apuputra :

- DALEM DIPATI AGUNG SURIADINATA DALEM SARADIREJA ( 1610 M ) Apuputra :

- DALEM NATADIREJA NATADIRGA ( SENTAK DULANG ) ( 1630 M ) Apuputra :

- EYANG DALEM MAHMUD ( SYEKH HAJJI ABDUL MANAF ) ( 1650 - 1725 M )

- EYANG SAYYIDI

- EYANG K.H.MUHAMMAD ARIF

- AMA RENDE CIKALONG WETAN K.H.AHMAD ZAKARIA


Nama besar Mama Kiai Ahmad Zakariyya atau lebih dikenal dengan Mama Eyang Rende sebagai penyebar syiar Islam memang sudah terkenal ke mana-mana. Tidak hanya di Jawa Barat, Mama Eyang Rende, juga terkenal di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa bagian negara beliau dikenal sebagai ulama dari Tanah Jawa.


Namun lagi-lagi sumber literasi sang penyebar syiar Islam di wilayah Kabupaten Bandung Barat ini secara akurat tidak banyak bisa ditemui.


Belum ada yang mencoba mendokumentasikan kiprahnya dalam menyebarkan agama Islam dalam bentuk tulisan, yang bisa dijadikan sumber referensi sejarah Islam secara akurat. Cerita kemahsyuran beliau hanya didapat dari tradisi lisan di lingkungan keluarganya dari generasi ke generasi.


Mama Eyang Rende dikenal sangat sederhana, karena semasa hidupnya sang Kiyai sudah terbiasa hidup keras. Beliau kerap memakai pakaian yang tak layak pakai (compang-camping) hingga dianggap orang tak berilmu. Padahal Kiayi bergelar wali ini sangatlah cerdas karena memiliki keistimewaan (karomah) yang dianugerahkan Allah kepadanya.


Petilasan makam sang Wali terdapat di Kampung Rende RT 0102 Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Beliau meninggal pada tahun 1939 sekitar 72 tahun lalu di usia sekitar 97 tahun. Kompleks pemakaman beliau berdekatan dengan rumah beliau yang ditempatinya semasa hidupnya di Kampung Rende.


Haji Dede Muhammad Sirojuddin generasi ke tiga dari Mama Rende menuturkan bahwa sang wali merupakan keturunan Ki Dalem Bandung salah satunya Eyang Dalem Mahmud Syekh Abdul Manaf. Anak kedua dari pasangan Nyimas Abnol dan Mbah Rasipan KH R Arif, ini memiliki kakak laki-laki satu-satunya yakni Muhammad Syamsudin. Pada jaman dulu Mama Rende tinggal di daerah Cigondewah sekarang Kota Bandung bersama keluarganya.


Di masa kecilnya Mama Rende hidup sangat sederhana karena, sejak kecil dirinya sudah ditinggalkan sang ayah dan sang kakak sehingga dirinya menjadi yatim dan hanya tinggal bersama sang ibu. Sejak remaja Mama harus berjuang menghidupi dirinya dan sang ibu Nyimas Abnol dengan berprofesi sebagai tukang aci (tepung tapioka) melanjutkan usaha sang ibu hingga dewasa.


Usaha yang dilakukannya sejak remaja hingga dewasa tersebut tidak kunjung menguntungkan, dirinya kerap mendapat kerugian dalam usaha. Di usia ke 35 tahun Mama mulai berkeinginan belajar agama Islam. Setelah mendapat petunjuk dari Mama Eyang Prabu Marzuki bin Tazimmuddin bin Zainal A'rif (Eyang Agung Mahmud).


"Mama disuruh mengaji untuk pertama kalinya oleh Eyang Prabu Marzuki. Dan akhirnya beliau belajar mengaji dari Mama Cibaduyut setelah mendapat perintah dari Mama Eyang Ibrahim Cipatik almarhum," tutur Dede di kediamannya,Singkat cerita beliau belajar mengaji kepada Muhammad Zarkasyi atau Mama Eyang Cibaduyut, beliau belajar dan membaca semua kitab-kitab yang ada di pesantren. Beliau tidak pernah mampu membeli kitab karena beliau tidak memiliki uang untuk membelinya, namun karena keistimewaannya beliau mampu mengahafal semua kitabnya.


"Semua mazhab (mazhab Syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi) beliau pelajari dan semua mazhab beliau amalkan semuanya. Beliau fasih dalam berbahasa arab dan menghafal semua kitabnya," katanya.


Seusai pesantren di Mama Cibaduyut, Mama Rende kemudian bermukim di Cibabat Cikalongwetan untuk menyebarkan syiar Islam dan mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya, di pesantren Mama Ajengan Sepuh Cibabat dengan bergelar Ajengan Anom Cibabat. Sebelumnya beliau juga menikahi Umi Siti Syadiah dan dikarunia enam orang anak, lima orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.


"Di Cibabat banyak para ulama dan Kiyai yang mengaji kepada beliau dari mana-mana, hingga muridnya tersebar di Jawa Barat dan seluruh Indonesia," katanya.


Tidak hanya mengaji atau pesantren di Mama Cibaduyut saja, Mama Rende yang memiliki rasa akan keingintahuan yang tinggi ini juga berangkat mengaji ilmu agama ke Mekah Arab Saudi sekaligus menunaikan ibadah haji.


Tidak hanya menuntut ilmu beliau pun terlibat peperangan di negeri Arab sana bahkan beliau mampu mengalahkan ratusan prajurit hingga beliaupun semakin disegani dan dihormati, di tanah Arab serta harum namanya, sebagai ulama dari tanah Jawa.


"Setelah menuntut ilmu di Arab 10 tahun lebih, beliau kembali ke Jawa untuk kembali meleksanakan syiar islam dan menyebarkan ilmunya di daerah Cikalongwetan dan menetap di Kampung Rende sampai beliau wafat di sini," tuturnya.


Sesampainya di Rende Mama menikah kembali dengan Umi Uhe dan dikaruniai seorang anak. Kini ratusan orang dari seluruh Indonesia kerap datang ke Rende untuk mendoakan beliau dengan berziarah ke makam Eyang Mama Rende terlebih di bulan Rajab dan Maulid.


Makam beliau dilindungi pagar baja yang mengelilinginya serta dilindungi dengan bangunan permanen yang dibangun pada tahun 2004. Kemudian dibangun kembali majelis khusus jemaah yang ingin berziarah pada tahun 2011.


Selain makam dan rumah beliau (yang sudah direnovasi) satu-satunya peninggalan yang sangat unik adalah bedug yang berusia sekitar 80-90 tahun. Bedug ini terbuat dari kayu gelondongan berdiameter 60-70 cm dan panjang 190 cm, terbuat dari Kayu Puspa yang sangat kuat tidak mudah keropos sama sekali.


Sementara kulit sapi terpasang apik dengan menggunakan pancuh bambu sehingga terkesan klasik. Meski sudah diganti puluhan kali (kulit) bedug peninggalan Mama Rende ini tetap menyimpan kisah dan menjadi salah satu bukti sejarah.


PERJALAN HIDUPNYA :


Beliau seorang penjual Aci dari usia remaja sampai usia 30 tahun, pada usia 30 tahun beliau terjatuh dari sepeda, kemudian marah dan berkata :” siang malam badan terasa repot terus-terusan membikin aci, sekarang terjatuh dari sepeda ...aah..dari pada repot begini lebih baik mengaji ( mencari ilmu agama saja ) ...kemudian alat pembikin acinya di dibuang oleh beliau, dan pergi mendatangi MAMA EYANG PRABU yakni Eyang MARZUKI bin Ta`zimmuddin bin Zainal A`rif ( Eyang Agung Mahmud ) , sesampainya di tempat Mama Eyang Prabu beliau bukan mengaji malah dikasih kemenyan luban dan disuruh berdzikir di depan makam Mama Eyang Ibrahim yang ada di Cipatik , setelah itu beliau pergi mengunjungi Makam Eyang Ibrahim cipatik , setelah sampai ke makam, kemudian beliau membakar itu kemenyan luban kemudian beliau berdzikir, ditengah-tengah berdikir beliau didatangi seekor macan kumbang , kemudian beliau dijilati dan goda oleh macan kumbangi itu, karena terus-terusan di goda, maka beliau merasa kesal, kemudian menghadapi macan kumbang itu kemudian berkelahi dengan macan kumbang itu, akhirnya beliau kalah oleh macan kumbang itu ,kemudian macan kumbang itu menghilang, sampai beliau tak sadarkan diri, singkat cerita setelah beliau siuman dari tak sadarkan diri kemudian beliau pulang dari cipatik ke cigondewah dan mendatangi MAMA EYANG PRABU lagi , singkat cerita kemudian beliau di suruh mandi dari 7 mata air pancuran : karena beliau terluka bekas cakaran macan kumbang itu , setelah itu barulah beliau mandi :” diwaktu mandi terlihat a oleh beliau dari aliran air pancuran itu banyak ular, kala dan maklukh-makhluk air lainnya, dan terasa oleh beliau melilitnya ular dan berjalannya kala ke badan beliau , beliaupun menahan godaan tersebut, sampai akhirnya luka yang terasa sakit pun hilang seketika itu.


Kemudian beliau bergegas menghadapi Mama Eyang Prabu lagi, lalu Mama Eyang Prabu Menyuruh beliau pergi lagi ke Makam Eyang Ibrahim Cipatik lagi , dan berkata :” Kalau datang lagi macan kumbang itu , janganlah kamu lawan, biarkanlah dia , nanti juga dia akan merasa jemu dan akan pergi sendiri.


Kemudian beliaupun pergi lagi kecipatik dan melaksanakan tugas Mama Eyang Prabu, singkat cerita “di tengah-tengah berdzikirnya, beliau di goda lagi oleh macan kumbang itu,kemudian membiarkannya dijilati dicakar digigit dan di terkam macan kumbang itu, tapi apa yang dirasakan beliau tidak terasa apa-apa , tidak seperti digigit dan cicakar waktu berkelahi,...akhirnya macan kumbang itu merasa jemu dan pergi , tak lama kemudian terlihatlah oleh kedua mata beliau , terbelahnya makam Mama Eyang Cipatik dengan Kuasa Allah Swt. dan keluarlah dari pekuburan itu Mama Eyang Cipatik dan berkata : Wa A`laikum Salam Wr. Wb. Kalau kamu pingin mengaji datangilah cucu saya yang masih hidup dari cihapit yakni Muhammad Zarkasyi ( yakni Ama Eyang Cibaduyut ). Kemudian Mama Eyang Ibrahim Cipatik pun menghilang dari pandangan mata beliau.


Setelah itu lantas beliaupun pulang ke cigondewah , singkat cerita, pada hari esoknya Mama Eyang Prabu sudah ada didepan pintu rumah beliau dan berkata :” Mari kita pergi ke cihapit untuk mendatangi Ama Cibaduyut, maka beliaupun merasa heran dan berkata dalam hati :” Kok ..Mama Eyang prabu tahu ?


Singkat cerita , kemudian beliaupun pergi dengan Mama Eyang ke cihapit, setelah beliau sampai dicihapit , lalu beliau disuruh menghapal dan bertafakkur oleh Ama cibaduyut ,tak lama kemudian beliaupun disuruh bermujahadah, yakni :


- berkholwat

- Melanggengkan wudhu

- Melanggengkan puasa

- Menyedikitkan tidur

- Berdzikir

- dan lain sebagainya


tata cara bermujahadah itu bisa dilihat dalam kitab Roudhotut Tholibin karangan Imam Ghozali RA.


Singkat cerita , setelah melewati 40 hari 40 malam bermujahadah kemudian beliaupun didatangi oleh Nabi Khodir balyanibnil Malkan. Dan diludahinya mulut beliau oleh Nabi Khodir balyanibnil Malkan. Lalu ludah itu ditelannya oleh beliau, dan seketika itu juga beliau langsung fasihah bisa berbahasa arab dan bias mengaji. Lantas Nabi Khodir balyanibnil Malkan berkata :”sebarkanlah ilmu aku ini olehmu...kemudian Nabi Khodir balyanibnil Malkan pun menghilang dari pandangan mata.


Singkat cerita : kemudian mama cibaduyutpun menyuruh beliau bermukim di cibabat untuk menyebarkan ilmu yang dimilikinya karena mama Cibaduyut sudah tahu bahwa beliau telah didatangi Nabi Khodir balyanibnil Malkan, lantas dicibabat beliau menyebarkan ilmu yang dimilikinya dan bergelar Ajengan Anom Cibabat


Dari cibabat banyak para ulama dan Kiyaihi yang mengaji kepada beliau, dan pada suatu hari para ulama dan kiyaihi yang mengaji kepada beliau tersebut dijegal oleh Mama Sepuh Cibabat dan berkata :”katakan pada Ajengan Anom Cibabat , dilarang mengaji kepada Ajengan Kokorompong ( yakni belum menunaikan rukun islam yang kelima ) , maksud dari mama Cibabat yakni untuk menguji Ajengan Anom Cibabat, maka diceritakannya cerita mama eyang sepuh cibabat kepada ajengan anom cibabat, maka ajengan anom cibabat merasa senang mendengar ceritaan mama eyang sepuh cibabat karena telah mencegah belajar kepada ajengan kokorompong yakni beliau sendiri, kemudian beliaupun berangkat ke Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah hajji. Sebelum berangkat ke makkah beliau mendatangi Mama khalifah Mahmud yakni KH.Zaenal ayahnya Mama Tahir Mama adang mahmud, kemudian dikasih doa oleh Mama khalifah Mahmud dan berkata :” kalau kamu merasa terdesak di negara arab , panggilah nama saya : Hai Kang zainal...., begitu katanya.


Setelah itu kemudian ajengan anom cibabat ( mama rende ) berpamitan kepada Mama khalifah Mahmud, kemudian sepulang ke cibabat lagi, sesampainya di rumah beliau, beliaupun membaca doa tersebut dan ternyata doa tersebut ada yang salah menyurut kaidah ilmu nahwu dan shorof, maka ajengan anom cibabat merobah doa tersebut ( karena merasa tahu ilmu nahwu dan shorof ).


Seminggu kemudian beliau pergi melaksanakan ibadah haji bersama 8 orang dari daerah banten salah satunya bernama harud dan elang , sesampainya di tanah arab beliau bertemu dengan perampok, semua jamaah haji yang berangkat ke makkah al-mukarramah pada masa itu selalu dirampok hartanya dan dibunuh orangnya oleh perampok itu, begitu pula dengan ajengan anom cibabat ( mama rende ) beserta rombongannya ikut dirampok, kemudian ajengan anom cibabat mengajaknya bertarung dahulu , katanya : kalau kami kalah baru bisa diambil semua barang-barang kami...kemudian beliaupun berkelahi selama 7 hari tujuh malam melawan itu perampok, karena saking banyaknya perampok pada masa itu, beliau lupa makan,minum dan tidur dengan kekuasaan Allah Swt. karena kelelahan berkelahi dan perampok-perampok itu lari tunggang langgang akhirnya sesudah beres berkelahi beliaupun tertidur , dan keesokan harinya beliau sudah dirantai dan tak berdaya lagi, maka beliaupun membaca doa yang diberi oleh mama kholifah mahmud, dan ternyata doa tersebut tidak ada reaksinya karena sudah dirobah sama beliau sendiri karena merasa tahu ilmu nahwu dan shorof , sedangkan doa yang aslinya sudah terlupakan. Maka menyerahlah ajengan anom cibabat sambil perpikir untuk jalan keluarnya.


Tak lama kemudian datanglah raja perampok itu dan berkata :”mana jagoan dari tanah jawa itu ? yang bernama ahmad zakariya, maka perajurit perampok itu menunjukkan beliau yang lagi di rantai, kemudian raja perampok itu mengeluarkan pisau zambia dari serangkanya , kemudian itu pisau dibuka dari serangkanya kemudian mengeluarkan cahaya dari pisau Zambia itu, maka ajengan anom cibabat ( mama rende ) berkata dalam hati :”waduh celaka...kalau pisau dicabut keluar cahaya, maka orang yang dihunusnya akan mati meskipun tidak tembus oleh senjata apapun. Maka beliau berkata lagi dalam hati :”waduh saya telah berdosa kepada Allah Swt. Karena pernah berkata : kami tidak akan terbunuh sebelum membunuh, maka beliaupun spontan teringat nasihat mama khalifah mahmud sewaktu mengasih doa kepada beliau , yakni kata-kata :”kalau kamu terdesak panggilah nama saya .


Maka sewaktu raja perampok itu mau menghunuskan pisau zambia itu kepada beliau, maka beliaupun berkata :”KANG ZAINAL...sambil berteriak…..maka seketika itu juga raja perampok dan prajuritnya tumbang berjatuhan...dan rantai tersebut terputus seketika itu...

Singkat cerita :” maka beliaupun semakin disegani dan dihormati ,di tanah arab serta harum namanya, karena kehebatannya menaklukan para perampok beserta rajanya begitu juga menaklukkan raja arab pada masa itu.

sewaktu di tanah arab beliau melanjutkan misinya yakni beribadah hajji kemudian setelah menunaikan ibadah hajji beliau berguru ke Syekh Muhammad Mekkah dan bersahabat dengan Syekh Yasin Padang murid Ama Cibaduyut.

Setelah itu syekh muhammad mekkah menyuruhnya kembali ke jawa untuk meleksanakan tugas mulia dari Allah dan Rosul-Nya , maka beliaupun kembali ke pulau jawa dan menyebarkan ilmunya di tanah jawa yakni di daerah cikalong wetan sampai beliau wafat di sana.


KAROMAHNYA :


Beliau diwaktu bermain dengan anak-anak , sama anak-anak ( athfaal ) tersebut disuruh menyetop kereta api, maka beliau shalat 2 rakataan , setelah selesai shalat kemudian rel kereta itu di kasih sepucuk rumput, maka spontan kereta api itu berhenti tidak bisa berjalan, padahal hanya dengan sepucuk rumput, kejadian itu disaksikan sama anak-anak pada masa itu.

Sifat beliau itu seperti sifat anak-anak ( Athfaal ) menurut kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani RA. Kalau ada ahli ilmu yang ahli beramal tapi bersifat seperti anak-anak, maka mereka dari golongan Wali Athfaal.

Dan Sebagian dari Karamahnya lagi kalau ada orang yang digigit ular diwilayah jobong atau di daerah makam mama rende, kemudian berziaroh ke makam mama rende, maka akan sembuh dari gigitan ular dan ularnya akan mati.

Cerita tersebut bersumber dari muridnya yakni Mbah H.Mansur, sewaktu beliau menjadi santri Mama rende, ada seekor ular gibug berwarna hitam yang lagi bertapa di pohon tisu, maka para santri pada lari tidak mau mengaji karena ada ular di pohon tisu dekat jobong tersebut , konon katanya kalau ada bayangan orang yang melewati ular gibug, maka orangnya akan di kejar dan digigit oleh ular gibug tersebut.

Singkat cerita maka mama rende pun membawa pisau lipat dan mendatangi ular tersebut maka ular gibugpun menyerang mama rende maka dikasihkan kaki beliau kepada ular tersebut agar digigit , kemudian ular tersebut menggigit kakinya dan melilit celana komprangnya kemudian ular tersebut mati seketika itu. Lantas lidah ular itu dipotong sama pisau lipat dan dipanggang dengan kayu harupat, kemudian diselipkan diatas kupiah dudukuy kepala beliau untuk membuktikan bahwa beliau ( mama rende ) tidak bersalah, maka pada malam harinya menyerang ribuan ular dari mulai ular satu jengkal sampai yang panjang, dari mulai ular yang kecil sampai ular yang besar dari ular yang berjalan biasa sampai ular yang berjalan terbang, Ternyata ular yang mati itu rajanya jin.

Kemudian ular-ular itu mengajak bermusyawah dengan mama rende, kemudian bersepakat dan berjanji ular-ular tersebut kepada beliau dan berkata ular-ular itu:”kalau kami menggigit dahulu, maka kami akan mati....kemudian ular-ular itu pun kembali ketempatnya masing-masing.

sampai sekarang masih ada buktinya petilasan batasnya yaitu yang dibatasi oleh pohon hanjuang di jobong daerah cikalong wetan dekat makam mama rende.

Sebagian dari Karamahnya lagi : ada santrinya yang bernama mama lurah Jajuly yang ditugasi khusus memerangi para penjudi, para pemabuk dan pemaksiatan lainnya pada masa itu.

Mbah haji mansur menceritakan pada waktu itu di cipatik jam 12 malam , mama rende mengadakan sesajen dan membakar kemenyan didepan kurung ayam, kemudian terdengar suara kokokan ayam dari atas langit, dan terjatuh dari atas langit ke dalam kurung tersebut, maka diambilnya itu ayam jejangkar itu , dan bertanya mbah H.mansur kepada mama rende , kata mbah H.mansur : Ki Ajengan buat apa ayam itu ? maka beliau menjawab :” buat si jajuly , biar tidak kalah mengadu ayam.

maka ayam jejangkar itu di serahkan ke si Jajuly selaku santri beliau, maka setiap hari si jajuly mengadukan ayam jejangkarnya dengan ayam Bangkok para penjudi, semua ayam Bangkok para penjudi kalah sama ayam jangkar jajuly, maka para penjudi pun penasaran dan ingin mengetahui resepnya agar terus-terusan menang , maka para penjudipun berkata :”Hai jajuly apa resepnya ayam jangkar kepunyaan mu bias menang terus ? maka jajuly pun berkata kepada para penjudi itu :” Kalau kamu pingin menang datanglah ke rumah saya ? maka para penjudipun berdatangan kerumahnya, dari mulai satu orang sampai banyak orang dan berkumpul di rumah jajuly.

setelah berkumpul dirumahnya jajuly pun mengajarkan ilmu Aqoid, dan berkata :”kalau ingin berjudi terus-terusan menang kalian harus dekat dengan Allah Swt.

dan harus mengetahui ilmu Aqoid, maka para penjudi itu merasa bingung dan penasaran apa itu ilmu aqoid karena merasa penasaran, maka para penjudi itu mengkaji ilmu Aqoid setelah itu mengkaji ilmu fiqih, akhirnya para penjudi itu berhenti sendiri dari judinya.


Masya Allah. …Maha Kuasa Allah Swt.


sekian dulu dari kami dari mengulas sekilas sejarah mama Rende sang Wali Athfal.


Percayalah para wali itu tidak mati melainkan hidup di alam lain, yakni di sisi Allah-Nya. Para wali hidup begitu pula para Nabi , mereka saling mengunjungi dan mempunyai keperluan seperti orang-orang yang hidup di dunia ini. Dan Puncak perjalanan Para wali adalah awal perjalan bagi para Nabi.


والسلام عليكم...الفاتحة...

Amalan Dan Karomah Habib Luthfi

 Karomah Habib Luthfi dan 10 Dukun angkuh


Kisah ini bermula ketika 10 orang dukun yang ingin menguji habib luthfi.dukun yang terlihat angkuh dengan ilmu yang mereka punya ingin melihat seberapa koramah habib luthfi.

10 dukun itu mulai membacakan mantra pada keris yang mereka yakini sangat hebat itu,mereka meyakini keris itu adalah keris legenda.

Lalau setelah mereka para dukun mengeluarkan keris yang ia yakini keris legenda,entah apa yang mereka baca terhadap keris itu,komat kamit tidak jelas.setelah selasai mereka membaca mantra lalu mereka menyuruh habib luthfi mengambil keris legenda itu.

Dukun itu berkata : Ambillah jika Habib mampu!

Habib Luthfi dengan tegas menolak tantangan itu. Beliau balik bertanya : Untuk apa dan atas dasar apa anda menantang saya?

Lalu salah satu dari dukun itu menjawab :

Kami ingin tahu apa kelebihanmu, kok murid-muridmu banyak bahkan juga ada di mana-mana. Dan apa benar Habib ini wali Allah, kok beberapa hingga banyak yg suka dan mencintaimu.

lalu diletakkan keris iti persis di depan Habib Luthfi. Lalu dukun itu berkata :

Ambil jika Habib mampu!

Habib Luthfi hanya tersenyum sambil jalan membawa sapu lantai dan disapunya keris itu dengan mudahnya tanpa membuang-buang tenaga.

Ke 10 dukun itu kaget saat melihat keris itu dengan mudah di sapu habib luthfi.

Lalu para dukun itu berkata: Kok bisa ya hanya dengan menyapu saja, walaupun sebenarnya sudah saya perlihatkan tak ada seorang juga yg bisa mengambil keris itu.

Setelah Itu Habib Luthfi bin Yahya mencabut bulu rambut yg ada di kepalanya dan menempatkannya persis di depan 10 dukun itu.

Beramai-ramailah dukun itu dengan sekuat tenaga mengambil satu helai bulu rambut Habib Luthfi. Tetapi apa akan dikata, tidak satu orang juga dari mereka yang dapat mengambil bulu rambut itu.

Pada akhirnya 10 dukun itu segera mohon maaf pada Habib Luthfi dan bahkan bersedia jadi murid Habib Luthfi hingga saat ini.smoga manfaat dan memberi kepercayaan kita mengenai kekuasaan Allah.. amin.

Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir Al Musawate Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir Al Musawa. Banyak sekali cerita tentang karomah yang di miliki oleh para wali Allah. Kisah yang akan kami sampaikan ini sudah sering beredar di dunia maya, namun lkami yakin masih banyak juga yang belum mengetahu akan hal ini. Bagi Allah tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi. Cerita ini jika di pikir secara logika rasa-rasanya sangat mungkin tidak bisa terjadi. Namun karena Ijin Allah tentunya semua bisa terjadi. Nah penasaran kan bagaimana ceritanya.. namun sebelum membaca cerita tentang Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir Al Musawa ada perlunya kita mengetahui siapa Habib Lutfi ini, Nama lengkapanya Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya karena beliau mempunyai gari keturuna dengan Nabi Muhammad maka beliau mendapat gelar Al Habib Muhammad bin Lutfi bin Ali bi Yahya. Belaiu lahir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah pada Hari Senin tepatnya tanggal 14 November 1947 M. 2 tahun setelah indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Selain sebagai Pendakwah beliau juga sebagai Ketua MUI jawa tengah. Beliau dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi. Sekilas tentang Biografi Al Habib Luthfi, bagaimana karoha yang di miliki beliau....... berikut ceritanya....


Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir Al Musawa


Kisah tentang sebuah niat yang mengalahkan logika ilmiah. Kisah nyata Muhammad Syamsuri, beliau adalah Anggota Helm aktif (Grup Helm MR yaitu aktivis Majelis Rasulullah saw yang bertugas mengatur lalu lintas dan menghimbau Jama’ah Majelis Rasulullah saw agar mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan helm bagi pengendara motor, serta mengatur kelancaran lalu lintas ketika ada pengajian Majelis Rasulullah saw.)

Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir AlMusawa Kisah ini dialami oleh saudara kita, namanya Muhammad Syamsuri. Beberapa waktu lalu beliau kecelakaan mobil di Tol Cipularang dan mengalami retak tulang kaki sehingga harus menggunakan kursi roda. Dokter sudah angkat tangan. Namun Syam tidak putus asa. Ia pergi ke Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan untuk minta doa. Syam ini adalah murid Habib Luthfi.

Pertama kali bertemu, Habib Luthfi bertanya kepada Syam tentang niatnya jika kakinya sembuh. Syam menjawab bahwa ia ingin kembali kerja di Jakarta. Spontan Habib Luthfi menjawab bahwa ia tidak mungkin sembuh seumur hidup, harus memakai kursi roda. Syam dan keluarganya menangis mendengar kabar itu. Setelah itu Habib Luthfi pun pergi dan membiarkan Syam selama 3 minggu di rumahnya.Selama waktu itu Syam hanya bengong dan meratapi nasibnya. Hingga suatu malam Syam bermimpi didatangi Habib Munzir al Musawa yang lantas rebahan di samping Syam dan memberikan lembar jadwal majlis MR sambil berbisik, Bilang Habib Luthfi bahwa kamu ikut saya di Jakarta.

Pagi harinya Syam lantas menemui Habib Luthfi dan berkata bahwa ia di Jakarta membantu dakwah Habib Munzir dengan mengatur lalu lintas. Mendengar hal itu Habib Luthfi kaget dan lantas bertanya apa yang menyebabkan dia berubah niat? Syam lantas menceritakan mimpinya. Habib Lutfi kemudian memeluk Syam dan berkata, Kamu besok sembuh. Pulang ke Jakarta berkah. Habib Luthfi kemudian mengusap kaki Syam dengan air beberapa kali.

Malam harinya yaitu Senin malam bertepatan dengan majlis rutin MR di Al Munawar minggu lalu, jam 21.00 kaki Syam sudah bisa digerakkan dan bisa untuk berjalan. Akhirnya Syam bisa berjalan seperti sebelumnya dan kini Syam sudah kembali membantu dakwah Habib Munzir dengan aktif membantu mengatur lalu lintas di Al Munawar.

Karomah dua orang wali dan niat yang lurus mengalahkan logika ilmiah medis yang sudah mengatakan tidak akan sembuh.

Demikian kisah nyata Karomah Nyata Habib Lutfi bin Yahya dan Habib Mundzir Al Musawa kisa ini bener2 di luar nalar manusia, Allahu Akbar......Allahu Akbar... Allahu Akbar..


Kisah Sebutir Nasi Ini Membuat Habib Luthfi Terdiam


Dalam perjalanan mencari ilmu, Guru Mulia Maulana Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan berjumpa dengan seorang Kiai Sepuh. Romo Habib muda terheran-heran ketika menyaksikan akhlak kiai sepuh yang luar biasa. Yakni, ketika dhahar (makan), ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke piring untuk dimakan kembali.

Kenapa harus diambil, Yai. Kan cuma nasi sebutir, ujar Romo Habib muda penasaran. lho, jangan dilihat sebutir nasinya, Yik. Apa kamu bisa bikin nasi sebutir ini, bahkan seper seribu menir saja?

Deg, terdiamlah Romo Habib muda. Kiai sepuh melanjutkan, Ketahuilah, Yik. Pada saat kita makan nasi, sesungguhnya Gusti Allah telah menyatukan banyak sekali peran. Nasi itu namanya Sego Bin Beras Bin Gabah Al Pari. Mulai dari mencangkul, menggaru, meluku, menanam benih, memupuk, menjaga hama hingga memanen ada jasa banyak sekali orang. Kemudian mengolah gabah menjadi beras, dari beras menjadi nasi juga banyak sekali peran hamba Gusti Allah di sana.

Ketika ada satu butir nasi, atau menir sekalipun yang jatuh, ambillah. Jangan mentang-mentang kita masih banyak cadangan nasi. Itu bentuk dari takabur, dan Gusti Allah tidak suka dengan manusia yang takabur. Selama jatuh tidak kotor dan tidak membawa mudlorot bagi kesehatan kita, ambillah, satukanlah dengan nasi lainnya, sebagai bagian dari syukur kita.

Romo Habib muda pun menyimak lebih dalam. Karena itulah ketika akan makan, diajarkan doa: Allahumma bariklana (Ya Allah semoga Engkau memberkati Kami). Bukan Allahumma barikli (Ya Allah semoga Engkau memberkatiKU), walaupun sedang makan sendirian.

'Lana' itu maknanya untuk semuanya, mulai petani, pedagang, pengangkut, pemasak hingga penyaji semuanya termaktub dalam doa tersebut. Jadi doa tersebut, merupakan ucapan syukur serta mendoakan semua orang yang berperan dalam kehadiran nasi yang kita makan.

Dan satu lagi, mengapa wong makan kok ada doa: waqina ‘adzaban nar (jagalah kami dari siksa neraka). Apa hubungan, makan kok dengan neraka? Kan gak nyambung.

Inggih Yai. Kok bisa ya? tanya Habib Luthfi muda, penasaran.

Begini, Yik. Kita makan ini hanya wasilah. Yang memberi kenyang itu Gusti Allah. Kalau kita makan dan menganggap bahwa yang mengenyangkan kita adalah makanan yang kita makan, maka takutlah, itu akan menjatuhkan kita dalam kemusyrikan. Dosa terbesar bagi orang beriman.

Astaghfirullahal ‘adhim... batin Romo Habib muda, tidak menyangka maknanya sedalam itu.

“Bayangkan saja, Yik. Demikian juga jika kita makan dan minum tapi tidak dijadikan hilang rasa lapar dan terhapus dahaga kita karena tidak dikendaki Gusti Allah, apalah jadinya?


Kisah Kyai Berbaiat Kepada Al Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan


Kisah ini semata-mata hanya untuk menambah kecintaan dan ketaatan pada guru (Abah Maulana Habib Luthfi bin Yahya), juga berharap sesama murid beliau agar saling mengenal. Semoga semua dalam jalinan rahmat Allah Swt. Aamiin.


1. Mbah Toyik Kudus dan Habib Ali Mayong

Mbah Toyik (KH. Thoriq), kyai asal Kota Kudus Jawa Tengah. Beliau kakak seperguruanku di tempat Abah, berperawakan kurus dan berkacamata. Kalau pergi ke Kudus, saya (Idrus Yahya) mampir ke rumah beliau. Ramah bersahabat dan ilmunya dalam namun tawadhu’ luar biasa, maka saya pribadi menganggap beliau sebagai guru. Apa-apa yang diajarkan Habib Luthfi bin Yahya (kala saya berhalangan ngaji) beliau sampaikan, dengan bahasa yang sederhana namun mengena.

Adapun ikhwal kyai “khos” ini menjadi murid Habib Luthfi bin Yahya adalah dimulai dari kisah seorang mursyid tua kala itu, Habib Ali Mayong. Dijuluki Mayong karena berasal dari kota Mayong, Jepara.

Alkisah pada suatu hari, sang guru mengajak muridnya (Kyai Thoriq) untuk diajak ke Pekalongan (pertama kali sang kyai dikenalkan Abah). Dengan menaiki becak langganan, Habib Ali Mayong berkata: “Pak, anter nggih teng Pekalongan.” (Pak, antarkan ke Pekalongan).

Tentu saja tukang becak terbelalak: “Ampun Bib, kulo mboten sagah” (Maaf Bib, saya tidak sanggup).

Habib Ali tersenyum lalu berucap: “Wis Sampeyan asal nggenjot ora usah mikir, mengko nek ora kuat mandeg kemawon” (Sudah tidak usah dipikir. Asal kayuh saja, ntar kalau capek berhenti).

Satu, dua perlahan dikayuh pedal becak dan meluncur ke arah Demak menuju Pekalongan. Kadang si tukang becak dihibur oleh Habib Ali dengan diajak ngobrol. Tak berapa lama, Habib Ali berkata: “Belok kanan nyebrang Pak.” Tukang becak pun melihat kiri dan kanan kemudian menyebrang. Lalu sampai di gang, Habib Ali memberi aba-aba untuk berhenti. “Niki pundi Bib, terose ajeng teng Pekalongan kok mandap mriki?” (Ini daerah mana Bib, katanya mau ke Pekalongan kok turun di sini?) Tanya tukang becak.

Habib Ali menunjuk salah satu plang toko yang bertuliskan alamat dan nama jalan. “Lha iku wis tekan Pekalongan” (Lha itu sudah sampai Pekalongan), jawab Habib Ali.

Dengan penasaran tukang becak bergumam: “Duh Gusti, lha nggih pun dugi Pekalongan. Kok mboten kroso kulo?” (Ya Tuhan, lha benar sudah sampai Pekalongan. Kok tidak berasa ya?).

“Sampeyan nunggu mriki, nggih. Ki nek arep wedangan” (Kamu tunggu di sini ya. Ini kalau mau minum teh atau nyemil), sambil menyerahkan uang.

Di kediaman Habib Luthfi bin Yahya sudah selesai masak dan membuat hidangan. Rupanya Habib Luthfi bin Yahya juga merasa kalau ada salah satu guru yang akan berkunjung ke rumah beliau. Ucap salam Habib Ali bertemu Habib Luthfi bin Yahya, pelukan dan beramah tamah. Kemudian disampaikan maksud bahwa beliau (Habib Ali) dapat petunjuk untuk mengajak muridnya ke tempat Habib Luthfi. Habib Luthfi bin Yahya menjawab: “Yo wis kersane Pengeran, siapa yang ditakdirkan Allah untuk membaiat sang murid (Kyai Thoriq). Anda atau saya?”

Habib Ali tersenyum dan setuju. Giliran pertama Habib Ali memberi aurad (wiridan) singkat, sang murid melaksanakan. Satu jam berlalu dengan khusyuk sang murid ditanya gurunya (Habib Ali): “Bagaimana Kyai, sudah ada isyarat?”

Kyai Thoriq menggeleng sembai berkata: “Ngapunten Bib, dereng enten pitedah” (Mohon maaf Bib, belum dapat petunjuk).

Kemudian Habib Ali mempersilakan Habib Luthfi: “Tafadhal.” Lalu Habib Luthfi bin Yahya mendekati sang murid, perlahan memberi arahan amalan pendek. Setelah mengikuti petunjuk Habib Luthfi bin Yahya sang murid pun tertidur pulas. Satu jam berikutnya terbangun, sang murid tergopoh-gopoh menghampiri gurunya (Habib Ali) yang waktu itu sedang berdialog dengan Habib Luthfi bin Yahya. “Bib... Biib... ngapunten.”

Rupanya dalam mimpi, Kyai Thoriq bertemu Rasulullah Saw. sedang menggandeng pemuda di sebelah kanannya. Sedang satu lagi ada habib duduk di bawah di samping kiri Nabi Saw. “Haqqak hadza, tafadhal ya Habib” (Ini punyamu ya Habib), Habib Ali Mayong berkata pada Habib Luthfi bin Yahya dengan wajah berseri.

Ternyata mimpi itu bermakna lelaki muda tadi adalah Habib Luthfi bin Yahya yang digandeng Baginda Nabi Saw. Sedangkan yang terduduk adalah Habib Ali Mayong. Lalu saat itu juga dengan disaksikan Habib Ali sang gurunya, Kyai Thoriq pun dibaiat oleh Habib Luthfi bin Yahya.

Rupanya pertemuan di Pekalongan dengan Habib Luthfi bin Yahya adalah pertanda dari Allah untuk sang kyai. Al-Habib Ali Shihab alias Habib Ali Mayong beberapa minggu kemudian berpulang ke haribaanNya. Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Dan yang paling menyedihkan adalah kala Habib Luthfi bin Yahya memberi isyarah pada Kyai Thoriq (dalam mimpi) untuk segera menemui gurunya, namun tidak segera dipenuhi. Sebab sang kyai ragu, pertanda tersebut dari mimpinya bukan langsung disampaikan Habib Luthfi bin Yahya. Kyai Thoriq kaget bukan kepalang, ternyata benar terjadi. Namun beliau (sang guru) telah wafat. Di rumah duka tersebut beliau berjumpa dengan Habib Luthfi bin Yahya yang tiba duluan.

Kyai Thariq terkadang di pengajian Kliwonan mampir ke Habib Luthfi bin Yahya. Tapi rutinnya tiap peringatan Maulid di Kanzus beliau selalu hadir. Sedangkan tukang becak itu hingga kini masih hidup. Dia menjadi saksi mata semua kejadian perjalanan Habib Ali Mayong, sebab kendaraan favorit beliau adalah becaknya.


2. Perjalalanan Haji Mbah Toyik

Sepulangnya ke Kudus, lalu Kyai Thoriq menemui sang istri. Sambil kebingunan beliau menyampaikan: “Nyai, aku didawuhi Abah mangkat haji. Lha pripun ora nyekel duit?” (Nyai, aku diwanti-wanti Abah suruh berangkat haji. Lha bagaimana, saya tidak punya uang sama sekali).

“Wes asal nurut bae Kyaine, mengko rak temu dalane” (Sudah, asal ngikut saja. Siapa tahu ketemu jalannya), jawab istri beliau.

Tak berapa lama setelah istirahat, kemudian selesai shalat Ashar beliau kedatangan tamu. Seseorang menyampaikan maksudnya, mohon doa agar istrinya dimudahkan atau diangkat penyakitnya. Mbah Toyik pun menenangkan tamunya, mendoakan, menghibur dan membesarkan hatinya. Kemudian tamu pun berpamitan.

Tiga hari berikutnya tamu itu datang lagi dengan wajah berseri. Lalu bercerita kalau istrinya sudah agak baikan. Rencananya mereka berdua mau berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. Sudah mengurus segalanya, namun atas petunjuk dokter supaya istirahat dulu demi penyembuhan. Akhirnya segala keperluan berikut surat-surat, tiket, akomodasi penginapan, visa atau paspornya diurusin tamu tadi untuk Mbah Toyik. Beliau hanya tinggal mencari uang saku saja. Seketika beliau kaget, hingga tamunya pergi masih tidak percaya.

Diceritakannya kejadian tersebut pada istrinya. “Alhamdulillah Nyai, sido mangkat haji. Mengko sangune gampang lah” (Alhamdulillah Nyai, terkabul berangkat haji. Soal uang saku nanti menyusul), begitu kata beliau.

Akhirnya segala persiapan dilengkapi dua hari sebelum beliau berangkat. Tiba-tiba ada tamu datang lagi. Dengan memohon-mohon minta disyareati atau diikhtiari doa agar tanahnya laku, Mbah Toyik ‘lillahi ta’ala’ menyanggupi.

Hal yang mengejutkan terjadi lagi, tanahnya laku, beliau pun diberi komisi. Lengkap sudah beliau berangkat, hingga dari Kudus bareng rombongan haji berangkat ke tanah suci. Di perjalanan beliau bertemu beberapa teman baiknya. Tak disangka, mereka (para sahabat) memasukkan amplop ke kantong saku beliau. Beliau terlanjur bahagia hingga tidak dihitung, asal pindahin ke tas karena numpuk di kantong. Yang pada akhirnya jumlah isi amplop itu mencapai jutaan.


Amalan Shalawat Ahli Bait Nur dari Maula Habib Luthfi Bin Yahya dan Manfaatnya


Berikut ini adalah bacaan shalawat Shalawat Ahli Bait-Nur dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّ الطَّاهِرِ حُجَّةُ اللهِ وَرَحْمَةٌ لِلْعَالَمِيْنَ وَنُوْرُ الْبَشِيْرِ الْمُبَشِّرِ لِأَهْلِ بَيْتِهِ بِمَا قَالَهُ الْعَظِيْمُ (إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا) (قُلْ لآ أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى) اللَّهُمَّ اصْلِحْ بِهَا اْلإِمَامَ وَأَهْلَ الْبَيْتِ وَاْلأُمَّةَ وَالْمُحِبِّيْنَ لَهُمْ وَالرَّاعِيَّةَ وَالرَّعِيَّةَ وَيُأَلِّفُ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَادْفَعْ شَرَّ بَعْضِهِمْ عَنْ بَعْضٍ وَأَنْ تَكْفِيَنَا بِهَا وَإِيَّاهُمْ شَرَّ مِمَّا نَخَافُ وَنَحْذَرُ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا


Lafadz:‎


“Allahumma shalli ‘alaa nabiyyit Thaahir hujatullah wa rahmatan lil ‘alaamiin wa nuural basyiirul mubassyirul li ahli baytihi bimaa qaalaallahul-‘adzhiim (Innamaa yuriidullahu liyudz hiba ‘ankumul rijsa ahlil baiti wa yuthah-hirakum tathhiraan) (Qul laa ‘as alukum ‘alayhi ajran illal mawadata fil qurbaa) Allahumma aslih biha al-imaama wa ahlil bayti wal ummah wal muhibbina lahum war raa’iya war ra’iyyata wa yu-allifu baina quluubihim wadfa’ syarra ba’dhihim ‘an ba’dhin wa an takfiyanaa bihaa wa ‘iyyaahum syarra mimmaa nakhaafu wa nakhdzar wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam tasliiman katsiiraan‎.


Terjemahannya‎:


Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi yang Suci sebagai hujjahnya Allah dan rahmat bagi seluruh alam semesta serta cahaya yang bersinar menerangi ahli baitnya seperti yang difirmankan Allah SWT (dalam al-Qur’an) “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.(QS Al-Ahzab:33) “Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu suatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang terhadap kerabat(ku).”(QS As-Syuura: 23). Semoga Allah memberi kedamaian kepada Imam, ahlil bait serta Umat dan para pencintanya, dan pemimpin serta rakyat, dan Semoga Allah akan melembutkan dan menyatukan hati-hati mereka dan menjauhkan dari segala keburukan dan perselisihan serta sengketa di antara mereka, dan (semoga terlimpahkan shalawat) itu pula kepada seluruh keluarga dan sahabatnya serta limpahkan kesejahteraan yang banyak kepadanya.‎


Keterangan


Shalawat ini dari Mawlana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Pekalongan. Untuk disebarluaskan kepada umat muslimin agar Semoga Allah melimpahkan:


1. Semakin menambahkan kecintaannya kepada Rasulullah SAW serta kepada ahli bait-nya.

2. Menimbulkan kecintaan Rasulullah SAW dan para ahli baitnya serta awliya-Nya kepada si pembaca

3. Menjalin hubungan khusus dengan baginda Nabi SAW.

4. Terhidar dan diselamatkan dari segala malapetaka, bahaya dan bencana, perpecahan, perang serta pertikaian-perselisihan diantara sesama, golongan, kelompok maupun negara.

5. Dibaca sebanyak tiga kali setiap sehabis shalat Subuh dan Maghrib.


Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad. Amin


AMALAN REZEKI LANCAR DAN HUTANG LUNAS Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya


jazah doa dari Abah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Abu Sayid Muhammad bin Alwy al-Maliki

Doa ini dibaca setiap sehabis sholat 5 waktu, sebanyak tiga kali agar lebih segera terkabul. Ini doanya:


ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN, WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZUBIKA MIN GHLABATID DAYNI WA QAHRIR RIJAAL.

Artinya:


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang.


Lanjutkan dengan wirid setiap usai sholat sunnah 2 rakaat sebelum sholat fardhu subuh….

SUBHANALLAH WA BIHAMDI, SUBHANALLAH AL-AZHIM, ASTAGFIRULLAH 100X

Artinya:

Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memohon ampunan-Mu


Pegang dada sebelah kiri (jantung) dengan tangan kanan sambil membaca


YAA FATTAH YAA RAZZAQ 70X


Artinya: Yang Maha Pembuka, Yang Maha Pemberi Rezeki


Semoga Bermanfaat


 

Amalan Dan Karomah Habib Hasan

Amalan Dan Karomah Habib Hasan

Nasab Beliau

al-Arifbillah al-Quthb al-Habib Hasan bin
al-Quthb Thaha bin
al-Quthb 'ulum Muhammad al-Qadhi bin
al-Quthb Thaha bin
al-Quthb Muhammad bin
al-Quthb Kabiir Syekh bin
al-Quthb Ahmad bin
al-Quthb Sulthanul Awliya al-Imam Yahya bin
al-Quthb Hasan al-Akmar bin
al-Quthb Ali an-Naas bin
al-Quthb Imam Alwy bin
Syaikh Muhammad Maula Ad-Dawilah bin
Syaikh Ali Shohibud Dark bin
Sayyidina Al-Imam Alwi Al-Ghuyur bin
Sayyidina Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin
Sayyidina Ali bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib Marbat bin
Sayyidina Al-Imam Khali' Qatsam bin
Sayyidina Alwi bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Shohib As-Shouma’ah bin
Sayyidina Al-Imam Alwi Shohib Saml bin
Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin
Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin
Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin
Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin
Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin
Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin
Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin
Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin
Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein Ra

Setelah menimba ilmu dari ayahnya sayyid Thoha dan beberapa ulama di jawa, Beliau ke Tarim, Hadhramaut setelah berziarah Baitullah al-haram dan kubur Datuknya Baginda Nabi SAW. Di haromain beliau mengambil dari beberapa ulama-ulama Haromain tersebut. Termasuk mengambil dari al-Habib Umar bin Aqil bin Yahya (Madinah), dan tokoh-tokoh ulama besar haromain di zamannya. Semuanya guru-guru dari haromain mendapat ijazah yang sempurna dalam ilmu dhohir wal bathin, artinya kitab-kitab Fiqh ala Madzhab al- arbi’ah dan kutubul hadist, kitab tafsir dan mendapat ijazah mengajar dan berdakwah.

Beliau selanjutnya melanjutkan perjalanannya menuju hadhramaut, Tarim. Setelah ziarah kepada Sayidina al-Faqih al-Muqaddam dan ulama dan awliya di zambal serta salafuna sadatuna sholihin sadatuna alawiyyin, beliau berziarah ke Ghorot, di mana kubah besar disitu kuburnya datuknya yang bernama al-Imam A’imatul Ulama Quthbil Ghauts al-Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya. Dan beberapa kubur ulama-ulama awliya
keluarga bin Yahya, termasuk kubur kakek dari jiddahnya al-Habib Syaikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya. Ibu dari al-Habib Muhammad al-Qadhi, kakek dari al-Habib Hasan bin Thoha tersebut. Bernama seorang waliyah Sayyidah Ruqayah binti Syaikh bin Abdurrahman al-Faqih bin Aqil bin Ahmad bin Yahya.

Kubah itu besar sekali, al Habib Syaikh bin Ahmad bin Yahya, datuk dari ayahnya al-habib Hasan adalah murid dari Sayyidi Al-Imam Syaikh Abu bakar bin Salim. Ibu dari al-Imam Ahmad bin Yahya tersebut, adalah Sayidah Mufadhol binti al-Habib Syaikh bin Abdullah al-Akbar al-Aydrus, yang terkenal dengan Sulthanul Mala’ atau Quthbil Mala’. Maka setelah beliau berziarah baru mulai mengambil ilmu kepada para ulama-ulama di hadhromiyah dari para sadah itu sendiri dan lainnya.

Disamping belajar ilmu syariat, Habib Hasan juga belajar ilmu Thoriqoh dan hakikat kepada para ulama’ dan Auliya’ waktu itu. Diantara guru beliau adalah al-Habib Quthbil Aqthab al-Mujadid Ahmad bin Umar bin Smith seorang wali Qutub pada zaman itu, juga mengambil dari Quthbil al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas shohib Mashad, serta mengambil pula dari al-Habib Thohir bin Muhammad bin Hasyim seorang wali
Quthb besar, kakek dari al-Habib Abdullah bin Husain bin Thohir. Juga mengambil daripada al-Habib Allamatud dunya Abdurrahman bin Abdullah bil Faqih. Dan juga mengambil dari al-Habib Abdurrahman bin Musthafa al-Aydrus dan mengambil dari cucu al-Habib Abdullah bin Alwy al-Haddad, yaitu al-Habib Alwy bin Hasan bin Abdullah al-Haddad, dan mengambil dari ulama sadatil Seqqaf guru beliau sangat banyak,
Quthbil Ghouts Al Habib Alwi bin Abdullah Bafaqih dan masih banyak guru yang lain.

Beliau selanjutnya dari Tarim setelah mendapatkan ijazah sebagaiman beliau dapatkan di haromain, beliau keliling ketempat-tempat sumber ilmu seperti ke Mesir sampai Maghrobi dan kota-kota yang banyak ulamanya, disitu beliau banyak mengambil pengalaman penjajah Inggris maupun Perancis. Pengalaman itu dijadikan bekal untuk mengetahui bagaimana politik penjajahan sampai dalam segi bidang ekonomi.

Selanjutnya beliau ke India dan bertemu pula dengan pemuka-pemuka ulama dan beliau tidak terpelapasa mengambil adari tokoh-tokoh ppembersaer ulama tersebut dari sadatil al-Aydrus, bin Syaahab, bin Yahya dan al-Jailani. Beliau disamping disana sambil berdakwah dan mengajarkan ilmu pertanian yang sehingga beliau sangat dicintai oleh masyarakat sekalipun non muslim, karena beliau mengambil ilmu pertanian, masyarakat
merasa diuntungkan sehingga dengan mudah beliau mengembangkan al Islam sedikitpun tidak menggunakan kekerasan, yang akhirnya beliau pulang ke Penang. Untuk bertemu dengan Abahnya di Penang Malaysia, as-Sayid Thoha digelari as-Sayyid ath-Thahir.

Al-habib Thaha tersebut pernah tinggal di semarang, Cirebon dan banten. Seorang ulama yang sangat dicintai dan disegani oleh masyarakat dari kalangan atas dan bawah, sekalipun non muslim sangat hormat karena keluhuran akhlaknya.
Al-Habib Thaha sebelum masuk ke Indonesia, terlebih dahulu di Penang dizaman hidup beliau di Penang. Jama’ah Haji dari mana pun banyak yang berziarah kepada beliau (al-Habib Thaha) di Penang.

Habib Hasan selalu mendapat ijazah dari setiap ilmu yang di dapatinya baik ijazah khusus maupun umum. Ilmu yang beliau miliki baik syariat, Thoriqoh maupun hakikat sangat luas bagaikan lautan sehingga di kalangan kaum khos (khusus) maupun awam dakwah beliau bisa diterima dengan mudah. Maka tak heran bila fatwa-fatwa beliau banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu.

Pada waktu muda, setelah mendapat ijin dari gurunya untuk berdakwah dan mengajar, beliau masuk dulu ke Afrika di Tonja, Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Habsyah, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia untuk menemui ayahnya.

Setelah tinggal beberapa waktu di Penang, beliau mendapat ijin dari ayahnya untuk ke Indonesia guna meneruskan dakwahnya. Beliau pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, beliau diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar. Di Banten beliau bukan hanya mengajar dan berdakwah, tetapi juga bersama-sama dengan pejuang
Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Pasukan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.

Setelah itu beliau meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan-Jawa Tengah. Di Pekalongan beliau mendirikan Pesantren dan Masjid di desa Keputran dan beliau tinggal di desa Ngledok. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai, dulu arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan Kereta Api. Tetapi dengan Karomah yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu
dipindah ke barat yang keberadaanya seperti sampai sekarang.

Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang memang sangat luar biasa, tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Dan pada tahun 1206 H/1785 M terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki
Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda mengalami kewalahan. Tetapi sebelum meletusnya Perang Padri Pesantren Habib Hasan sempat dibumi hanguskan oleh Belanda.

Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, tinggal disuatu daerah yang sekarang di kenal dengan desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu yang terdengar oleh Sultan Hamengkubuwono ke II membuatnya menjadi kagum kepada Habib Hasan.
Karena kekaguman tersebut akhirnya Habib Hasan diangkat menjadi menantu Sultan Hamengkubuwono ke II dan daerah yang ditempati mendapat
perlindungannya.

Di Kaliwungu beliau tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri Pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II. Beliau juga merupakan Komandan daerah perang (mandala) di gunung
kidul Thoriqoh yang dipegang oleh Habib Hasan adalah Thoriqoh Saadatul Alawiyyin (Alawiyyah). itulah yang diterapkan untuk mendidik keluarga dan anak muridnya, seperti membaca aurod Wirdul Lathif, dan istighfar menjelang Maghrib. Setelah berjamaah maghrib dilanjutkan sholat sunah
Rowatib, tadarus Al qur’an, membaca Rotib dari Rotibul Hadad, Rotibul Athos, Rotibul Idrus dan wirid Sadatil Bin Yahya serta Rotibnya.
Terus berjamaah sholat Isya’ selanjutnya membaca aurad dan makan berjama’ah.

Diantara kebiasaan beliau yang tidak pernah ditinggalkan adalah berziarah kepada para auliya’ atau orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. (Ziaratul Ulama wal Auliya ahyaan wa amwatan ).Rumah beliau terbuka 24 jam non stop dan dijadikan tumpuan umat untuk memecahkan segala permasalahan yang mereka hadapi. Semasa beliau berdakwah dalam rangka meningkatkan umat dalam ketaqwan dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, pertama sangat menekankan pentingnya cinta kepada Baginda nabi Muhammmad Saw. beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah Swt. Kedua kecintaan kepada kedua orang tua dan guru, yang menjadi sebab untuk mengerti cara taqorub, taqwa dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada Syariatilah dan Sunah Rasul. Beliau tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.
Banyak amal sirri (rahasia) yang dilakukan oleh beliau setiap malamnya. Sehabis Qiyamull Lail, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang kerumah-rumah Fuqara wal masakin, anak-anak Yatim dan janda-janda tua. Beliau sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.

Makam habib hasan dari dalam

Pada waktu hidup, beliau dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga cara adu domba yang dilakukan pihak penjajah tidak mampu menembusnya. Di samping sebagai ulama’ besar juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.
Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak peziarah yang yang datang berziarah, berdoa dan bertawassul dimakamnya. Rodliyallahu ‘anhu wanafa’ana bibarokaatihi waanwarihi wa’uluumihi fiddiini waddunya wal aakhiroh

BERBAGAI KARAMAH ABAH GURU SEKUMPUL


BERBAGAI KARAMAH ABAH GURU SEKUMPUL

(Syaikh Muhammad Zaini Ghani)



PERINGATAN HAULNYA DI HADIRI JUTAAN JAMAAH


Tanpa bermaksud mengecilkan Peringatan Haul para Habaib, para Ulama dan Kiai lainnya di berbagai tempat, belum sepuluh tahun kewafatannya, Haul Al- Allamah Syaikh Muhammad Zaini Ghani atau Gru Sekumpul telah di hadiri jutaan jamaah. Ini sangat berbeda dengan peringatan haul di beberapa tempat, yang semula jamaah yang hadir sedikit, kemudian semakin tahun semakin bertambah hingga ribuan orang. Tetapi peringatan Haul di Sekumpul, sejak tahun pertama sudah di ikuti ratusan ribu jamaah. Dengan kenyataan ini, menunjukkan bahwa peringatan Haul di Sekumpul Martapura adalah " aruh ganal nang paling ganal " atau peringatan Haul yang paling besar yang pernah kita temui. Dan menariknya jamaah maupun toko yang datang itupun tanpa undangan. Artinya kedatangan mereka murni keinginan mereka, karena mereka merasa memiliki terhadap figur yang amat mereka cintai dan kagumi ini.


Dari realita di lapangan, para jamaah peringatan Haul Sekumpul itu memang datang dari berbagai tempat, baik Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, Barat, Jawa dan Sumatera. Bahkan ada yang datang dari negara tetangga Malaysia, Brunei dan Singapura. Melihat realita tersebut pihak panitia Haul Sekumpul, pada peringatan Haul ke-10 tahun 1436 H tadi menyiapkan hamir setengah juta nasi kotak. Itu belum termasuk sumbangsih masyarakat sekitar Sekumpl yang dengan sukarela menyiapkan ratusan bahkan ribuan nasi kotak pada setiap rumah mereka.


Akses jalan dan transportasi pun diatr oleh panitia Haul dengan cukup cermat, mengingat kemacetan yang cukup parah pada beberapa kali Haul sebelumnya, hingga puluhan kilometer. Pada beberapa tahun terakhir, telah diatur bagi jamaah yang datang dari luar daerah diminta untuk sudah berada dilokasi beberapa hari sebelum hari H, atau minimal sehari sebelumnya. Dengan demikian pada hari H, transportasi lebih mudah di kendalikan, untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan. Demikan pula pantaua dari sisi akomodasi, hotel, penginappan dan sejenisnya yang ada di Martapura dan sekitarnya sudah penuh di pesan jauh-jauh hari beberapa bulan sebelum hari puncak haul.


Meski acara di peringatan Haul Sekumpul sebenarnya sangat sederhana, dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian Wirid, pengajian ayat Suci Al-Qur'an, Maulid, pembacaan Yasin, Tahlil dan do'a. Namun demikian, acara ini terasa sangat khidmat dan khusyu. Inilah keberkahan yang nampak dari kemuliaan seorang Wali Besar Maulana Syaikh Muhammad Zaini Abdul Ghani .


ULAMA yang satu ini sangat kharismatik dan dikagumi banyak orang. Ia adalah sosok Waliyullah asal Kalimantan yang menyatukan syari’at, tarekat dan hakikat dalam dirinya.

Meski memiliki karomah, ia selalu berpesan agar jangan tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Ketawadhuan dan kesederhanaannya telah membuatnya mencapai maqom yang tinggi.

Ia dikenal dengan julukan Abah Guru Sekumpul. Nama aslinya Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Ijai. Lahir 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan. Ia wafat dalam usia 63 tahun di Martapura pada 10 Agustus 2005.

Beberapa nama atau julukan Muhammad Zaini yang populer di masyarakat adalah Qusyairi (nama kecil), Guru Sekumpul (sebutan yang paling populer), Guru Ijai (Guru Izai), Guru Ijai Sekumpul, Tuan Guru, Abah Guru, Kiyai Haji.

Masa kecil Guru Sekumpul memiliki keistimewaan yakni tak pernah mengalami “mimpi basah” (ihtilam).

Sejak kecil dididik orangtuanya Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah. Mereka menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al-Qur'an.

Pada usia tujuh tahun ia menimba ilmu di madrasah di Kampung Keraton, Martapura. Sejak usia 10 tahun telah dikaruniai kassyaf hissi, yakni mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib. Pada usia 14 tahun ia dikaruniai futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir Qur’an.

Pada masa remajanya, Guru Sekumpul menghabiskan waktu menimba ilmu hingga ke Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Selain itu berguru kepada Syekh Falah di Bogor.


Karomah Abah Guru Sekumpul, Ulama Besar dari Kalimantan


Ia juga mendalami syariat dan tarekat kepada Syekh Muhammad Yasin Padang di Mekah, Syekh Hasan Masysyath, Syekh Isma’il Yamani, Syekh Abdul Qadir al-Baar, Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutby, Allamah Ali Junaidi (Berau) ibn Jamaluddin ibn Muhammad Arsyad.


Atas petunjuk Syekh Ali Junaidi, beliau kemudian belajar kepada Syekh Fadhil Muhammad (Guru Gadung). Kepada Guru Gadung ini Guru Ijai belajar tentang ajaran Nur Muhammad. Beliau juga mendapat ijazah Maulid Simthud Durar dari sahabat karibnya, Habib Anis ibn Alwi ibn Ali al-Habsyi dari Solo, Jawa Tengah.


Ia sempat mengajar di Pesantren Darussalam Martapura selama lima tahun. Kemudian membuka pengajian di rumahnya sendiri pada 1970-an, didampingi kyai terkenal yakni Guru Salman Bujang (Guru Salman Mulya). Pada 1988 pindah ke Kampung Sekumpul, membuka kompleks perumahan ar-Raudhah atau Dalam Regol.


Sejak itulah kewibawaan dan kharismanya memancar luas dan banyak tamu berdatangan, bahkan dari Malaysia, Singapura dan Brunei. Sebagian datang untuk berguru, sebagian mencari berkahnya, dan sebagian ingin berbaiat Tarekat Samaniyyah. Beberapa tokoh nasional juga pernah mengunjungi Guru Sekumpul di antaranya Amien Rais, Gus Dur, KH AA Gym dan tokoh lainnya.


Sejak kecil, Guru Sekumpul sudah memperlihatkan sifat mulia. Penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan ayahnya telah membuatnya berhati lembut, penyayang dan pemurah kepada semua orang.


Sebagai ulama, Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai orang yang lembut, kasih sayang, sabar, dermawan dan tekun. Apapun yang terjadi terhadap dirinya, beliau tak pernah mengeluh. Bahkan pernah beliau dipukuli oleh orang-orang yang dengki kepadanya, namun beliau tidak mengeluh atau menaruh dendam sama sekali.


Beliau juga mengajarkan agar orang senantiasa mencintai dan hormat kepada ulama yang baik dan saleh. Tak heran apabila saat pengajian, tidak kurang dari 3.000 orang datang ke pengajiannya dan selalu diberi jamuan makan. Kedermawanan Guru Sekumpul ini tampak bukan hanya kepada lingkungan sekitar, tetapi juga ke setiap tempat yang disinggahinya.


Tentara Jepang Tidak Melihat Adanya Mobil


Sekitar dua minggu setelah kelahiran putra pertama, sang bayi mungil yang diberi nama Ahmad Qusyairi, Abdul Ghani berkeinginan memboyong kembali keluarganya dari desa Tunggul Irang Seberang ke kampung asalnya yaitu Keraton. Keraton yang telah ditinggalkan berbulan-bulan, menyiratkan kerinduan Abdul Ghani terhadap kampung kelahirannya ini. Kampung yang sesungguhnya sangat damai dan tenang, namun kedatangan tentara kolonial Dai Nippon atau tentara Jepanglah yang membuat Abdul Ghani sekeluarga harus meninggalkan Keraton dan mengungsi dirumah Abdullah, famili istrinya Masliyah.


Malam itu terasa amat mencekam, informasi yang Sampai ketelinga keluarga Abdul Ghani menyatakan bahwa di kota Martapura malam itu tentara Jepang menjaga ketat seluruh ruas jalan. Lebih dari itu mereka juga memberlakukan jam malam, dan mengultimatum warga agar jangan keluar rumah dan berjalan di malam hari. Siapapun yang mencoba untuk berjalan dijalan umum akan di tembak ditempat, kata ultimatum itu lebih lanjut.


Namun tekad dan niat yang bulat dari Abdul Ghani, seakan membuyarkan semua itu. Apalagi untuk menuju Kampung keraton, ia sekeluarga menggunakan mobil butut atau mobil jamban milik seseorang, yang dikemudikan oleh Habib Hasan, seorang Sayyid yang masih tinggal di desa Tunggul Irang itu. Meski masih diliputi rasa khawatir dan was was, namun diiringi sebuah do’a dan permohonan kepada Allah SWT, Abdul Ghani sekeluarga meninggalkan kampung Tunggul Irang.


Sampai di kota Martapura, nampak barikade dan penjagaan tentara Jepang, memang terlihat sangat kuat. Disana sini nampak dijaga ketat. Tentara bermata sipit itu kelihatan sangat siaga memantau keadaan, sehingga segala akses jalan seakan tidak bisa ditembus. Dijalan tidak seorang pun penduduk Martapura yang berani melanggar ultimatum tentara Dai Nippon. Karena siapapun tahu, bahwa tentara Jepang tidak main-main.


Sementara itu, mobil yang ditumpangi keluarga Abdul Ghani pun terus meluncur, tanpa memperdulikan penjagaan ketat itu. Semua memasang wajah tegang dan ada rasa khawatir, jika sampai mobil ini distop mereka. Namun keajaiban terjadi, barisan tentara Jepang itu sama sekali tidak perduli dengan mobil yang lewat, bahkan seakan akan tidak melihat ada mobil yang lewat. Brikade tentara bermata sipit itupun bisa dilewati tanpa insiden. Dan Abdul Ghani pun bisa bernafas lega hingga sampai ketempat tinggalnya di Kampung Keraton.


Di Didik Secara Rohani Oleh Para Ulama Besar


Sebagai anak yang dididik dengan didikan agama yang ketat, akhlak yang mulia, hati yang begitu bersih, jiwa yang penuh dengan Tauhid dan Ma’rifat kepada Allah, maka tidak aneh jika Zaini Muda disayangi bukan saja oleh orang tua dan keluarganya, guru gurunya, bahkan juga para Aulia baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Diusia beliau yang sangat muda beberapa ulama besar yang sudah diakui sebagai Waliyullah datang untuk mendidik Zaini muda secara rohani seperti Syekh Ali Junaidi Berau bin Qadhi H. Muhammad Amin bin Mufti H. Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Syekh Ali Junaidi Berau ini adalah guru pertama bagi Zaini muda secara rohani.


Banyak petunjuk petunjuk Syekh Ali Junaidi yang membawa Zaini muda menjadi ulama besar diantaranya memerintahkan agar Zaini muda mengamalkan zikir sebanyak 24 ribu kali sehari, beliau juga memberikan petunjuk agar mengaji masalah Nur Muhammad kepada Syekh Muhammad bin Syekh Salman Al Farisi Gadung Rantau, dan beberapa hal lain, Zaini muda seringkali mendapat petunjuk beliau. Selain Syekh Junaidi Berau, Zaini muda juga dididik secara rohani oleh Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afif (Datu Landak), dan beberapa Aulia hingga Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.


Menumpang Safinatul Auliya


Di suatu malam Jum'at yang penuh berkah Guru Zaini sewaktu mudanya melihat dalam mimpinya yang luar biasa sebuah kapal besar yang bertuliskan ”Safinatul Auliya” yang berarti Bahtera Para Auliya. Beliau lalu mendekati kapal itu dan berusaha untuk masuk kedalamnya. Namun ternyata penjaga kapal itu melarang beliau untuk masuk kekapal, setelah itu beliau terbangun. Di malam Jum’at selanjutnya, Guru Zaini juga bermimpi persis seperti mimpinya yang pertama itu. Dan dimalam Jum’at selanjutnya lagi beliau bermimpi seperti mimpi beliau sebelumnya, namun kali ini beliau diizinkan untuk masuk ke kapal "Safinatul Aulia” tersebut.


Di dalam kapal itu ternyata beliau telah disambut oleh seseorang yang dikemudian hari menjadi salah satu Murabbi Mursyidnya. Ketika Guru Zaini melihat suasana dikapal, ternyata masih banyak kursi yang kosong. Dan mereka yang ada dikapal itu sebagian adalah orang yang sudah dikenal dan sebagian lagi tidak di kenal.


Bioskop Yang Listriknya Padam, Besoknya Runtuh

Suatu sore Zaini muda duduk sendirian, tiba-tiba datang temannya yang masih familinya itu. Temannya itu mengajak untuk jalan-jalan ke pasar. Zaini tidak keberatan, asal tidak terlalu lama. Akhirnya mereka berdua berjalan menyusuri sepanjang pasar. Dan tanpa sadar mereka sudah berada didepan sebuah bioskop. Temannya itu mencoba mengajak Zaini untuk masuk kedalam bioskop. Dengan berbagai alasan, Zaini menolak halus ajakan itu. Namun sang teman tetap memaksa masuk, sambil menarik tangan Zaini. Dengan hati berat Zaini menuruti keinginan temannya itu. Akhirnya, apa yang terjadi? Tanpa diduga sebelumnya, seketika seluruh aliran listrik dibioskop itu mati total, dan pemutaran film pun berhenti. Bukan sekedar itu, keesokan harinya terbetik sebuah kabar bahwa bioskop itu runtuh. Sebuah tempat yang dimasuki oleh kekasih Allah, akan berubah menjadi baik dan hilang kebatilan dari tempat itu.


Peringatan Haulnya Dihadiri Jutaan Jamaah


Tanpa bermaksud mengecilkan Peringatan Haul para Habaib, para Ulama dan Kiai lainnya diberbagai tempat, belum sepuluh tahun kewafatannya, Haul Al Allamah Syekh Muhammad Zaini Ghani atau Guru Sekumpul telah dihadiri jutaan jamaah. Ini sangat berbeda dengan peringatan haul dibeberapa tempat,yang semula jamaah yang hadir sedikit, kemudian semakin tahun semakin bertambah hingga ribuan orang. Tetapi peringatan Haul di Sekumpul, sejak tahun pertama sudah diikuti ratusan ribu jamaah. Dengan kenyataan ini, menunjukkan bahwa peringatan Haul di Sekumpul Martapura adalah ”aruh ganal nang paling ganal” atau peringatan Haul yang ' paling besar yang pernah kita temui. Dan menariknya jamaah maupun tokoh yang datang itupun tanpa undangan. Artinya kedatangan mereka murni keinginan mereka, karena mereka merasa memiliki terhadap figur yang amat mereka cintai dan kagumi.


Dari realita dilapangan, para jamaah peringatan Haul Sekumpul ini memang datang dari berbagai tempat, baik Kalimantan Selatan, Tengah, Timur, dan Barat,Jawa dan Sumatera. Bahkan ada yang datang dari negara tetangga Malaysia, Brunei dan Singapura. Melihat realita tersebut pihak panitia Haul Sekumpul, pada peringatan Haul Ke 10 tahun 1436 H tadi menyiapkan hampir setengah juta nasi kotak. ltu belum termasuk sumbangsih masyarakat sekitar Sekumpul yang dengan sukarela menyiapkan ratusan bahkan ribuan nasi kotak pada setiap rumah mereka.


Akses jalan dan transportasipun diatur oleh panitia Haul dengan cukup cermat, mengingat kemacetan yang cukup parah pada beberapa kali haul sebelumnya, hingga puluhan kilometer. Pada beberapa tahun terakhir, telah diatur, bagi jamaah yang datang dari luar daerah diminta untuk sudah berada dilokasi beberapa hari sebelum hari H, atau minimal sehari sebelumnya. Dengan demikian pada hari H, transportasi lebih mudah dikendalikan, untuk mengantisipasi kemungkinan kemacetan. Demikian pula pantauan dari sisi akomodasi, hotel, penginapan dan sejenisnya yang ada di Martapura dan sekitarnya sudah penuh dipesan jauh-jauh hari beberapa bulan sebelum hari puncak haul.


Meski acara di peringatan Haul Sekumpul sebenarnya sangat sederhana, dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, kemudian Wirid, pengajian ayat suci Al Qur'an, Maulid, pembacaan Yasin, Tahlil dan do’a. Namun demikian, acara ini terasa sangat khidmat dan khusyu. Inilah keberkahan yang nampak dari kemuliaan seorang Wali Besar Maulana Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani.

Adapun sebagian dari karomah beliau yang diambil dari menakib risalah riwayat Al-Mukarram Al-A’llamah K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghoni Al-Banjari antara lain :

- Sejak kecil beliau gemar membaca Alqur’an dan sudah hapal Al-Qur'an dengan tafsirnya.

- Pada waktu Abah Guru Sekumpul berumur 14 tahun di buka kan hijab oleh Allah SWT, ketika membaca tafsir Al-Qur'an (Wa kanallah Sami’an Bashira.)

- Dan pernah terjadi dikampung melayu tengah, di mushalla setempat yang mana pada setiap tanggal 27 pada malam bulan ramadhan mengadakan Khatam Al-Qur’an dan itu sudah menjadi adat turun temurun.


Maka Al-Mukarram Abah Guru Sekumpul di undang oleh tuan guru H. Anang Sya’rani untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dikala beliau membacakan surah An-nur, maka banyaklah para hadirin yang kagum karena mendengar bacaan beliau, diantaranya ada yang menangis mengeluarkan air mata.

- Dan pada suatu hari pernah suatu ketika Abah Guru menembak burung dengan senapan, manakala sampai dipadang karang tengah mendengarlah beliau akan suara dzikir la ilaha illah. Maka beliau terus berjalan naik kekampung karang tengah untuk mencari asal suara dzikir itu,

Dan ternyata dzikir itu berasal dari maqam tuan Guru H. Abdullah Khotib.

Maka langsunglah beliau berziarah, setelah itu pada tiap tengah malam bulan terang lazimlah beliau untuk berziarah...

- Dan lagi dari perkataan Abah Guru Sekumpul bahwa beliau belajar mengenai Nur Muhammad kepada Al’-Allamah Muhammad Ali Zanid (berau).

- Kemudian lagi Beliau (Abah Guru Sekumpul) mendapat khususiyat dan anugerah dari Allah SWT berupa kasaf hissi (melihat dan mendengar apa-apa yang terdinding) serta diberi maqam Ijtima’ yaitu bertemu dengan Orang-orang Shaleh atau wali-wali Allah yang telah tiada secara langsung bertatap muka.

Karena para Aulia Allah itu tidak meninggal dunia, mereka hanya berpidah Alam saja kealam kumpulan Para Wali. - Wallahu A’lam... 

Doa Mustajab Agar Bayi Lahir Sempurna dan Cerdas

 Doa Mustajab Agar Bayi Lahir Sempurna dan Cerdas


Doa merupakan harapan bagi umat manusia.Do’a dipercaya dapat merubah takdir yang buruk menjadi takdir yang baik. Bahkan muslim percaya bahwa doa adalah pedang bagi orang yang beriman. Terlebih bagi ibu hamil,berdoa merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan jabang bayi dan Allah swt. Dengan doa, janin dapat menerima energi positif dari ibu.

Memperbanyak amalan, ibadah dan do’a saat mengandung tentu berdampak positif untuk jabang bayi. Seperti diyakini banyak ahli parenting,pendidikan dapat dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Memperbanyak berdoa dihari-hari biasa sangat dianjurkan agar anak dapat tumbuh dengan akhlak yang mulia.

Ada doa-doa yang mudah dikabulkan jika dilangsungkan pada waktu-waktu tertentu. Berikut Waktu-waktur terkabulnya do’a;

Ketika adzan tengah berkumandang Waktu antara adzan dan iqomahKetika bersujud didalam sholat Waktu sebelum mengucap salam pada sholat wajib Pada hari Jumat Ketika hujan tengah turun Pada hari rabu, diantara waktu dhuhur dan ashar Ketika berada dalam perang Ketika hendak meminum air zam-zam

Waktu berdo’a paling mustajab saat bulan ramadhan

Selain waktu diatas, terdapat bulan yang penuh hikmah, penuh pengampunan dan penuh waktu mustajab untuk berdoa, yakni saat bulan ramadhan.Dan dalam bulan ramadhan terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa selain waktu-waktu yang telah disebutkan diatas. Bulan yang paling mustajabadalah ketika bulan ramadhan. Dan dalam bulan ramadhan terdapat waktu-waktu tertentu yang paling mudah dikabulkan ketika berdoa. Menurut para ulama, dalam bulan ramadhan terdapat tiga waktu dimana doa seringkai dikabulkan ALLAH SWT.

Berikut tiga waktu tersebut;

Saat Sahur Sepertiga Malam

Berdasarkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu

‘alaihi wa sallam bersabda,


يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ

الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ


“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku,maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Akun ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).

Saat Berbuka

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752.

Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

10 Malam Akhir dalam Ramadhan

Sepuluh malam akhir dalam bulan ramadhan memiliki banyak kefadholan.Diantaranya, doa-doa mudah didengar ALLAH SWT dan amalan kita di lipat gandakan.

Maka, ada baiknya dalam tiga waktu tersbut ibu hamil banyak-banyak melafalkan do’a untuk janin dalam kandungan. Selain berharap do’a yang dilafalkan dapat dikabulkan ALLAh SWT, dengan doa tersebut ibu dan bayi juga dapat merasa tenang. Berikut beberapa doa yang bisa dilafalkan dalam bulan ramadhan maupun bulan-bulan biasa lainnya;

Amalan Untuk Ibu Hamil Menurut Islam Lengkap

Amalan Ibu Hamil - Kali ini akan dibahas tentang kumpulan amalan untuk ibu hamil agar mudah melahirkan menurut islam lengkap. Doa, dzikir dan wirid dibawah ini hendaknya dibaca sebagai amalan sehari hari agar ibu mengandung bisa sehat dan selamat hingga melahirkan.

Bagi ibu hamil yang sedang mengandung sang jabang bayi,tentulah berbagai macam cara dilakukan agar semua proses kehamilan berjalan lancar mulai dari masa mengandung selama sembilan bulan hingga proses bersalin melahirkan. menjaga kesehatan dengan mengkonsmsi makanan sehat yang penuh gizi serta melakukan berbagai aktifitas yang menunjang agar proses kehamilan berjalan baikpun akan dilakukan oleh sang ibu.

Namun berbagai cara apapun tidak akan sempurna dan berkah tanpa memohon pertolongan Tuhan yang maha esa ALLAH SWT. dialah yang meghidupkan dan mematikan. dialah yang memberi kita semua keturunan. ditangannya lah semua kuasa berada. maka sudah seharusnya kita sebagai orang tua untuk terus menerus berdoa kepadanya dan mengerjakan berbagai amalan untuk ibu hamil agar semuanya berjalan dengan lancar.

Selain mengerjakan ibadah wajib serta memperkuat iman dengan mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya yang memang sudah menjadi kewajiban

kita sebagai umat islam. kita pun seyogyanya memperbanyak amalan amalan sunnah seperti berdzikir, bersholawat, membaca Al-Quran, hingga memperbanyak sholat sunnah. banyak yang bertanya tanya apakah ada amalan ibu hamil atau doa yang bagus dan baik bagi ibu yang sedang mengandung.jawabannya tentu saja ada. anda bisa memperbanyak membaca Al-Quran saat sang janin bayi masih dalam rahimkandungan. hal ini baik bagi sang ibu maupun bagi janin bayi kita.

Sedangkan untuk amalan amalan bagi ibu saat hamil kita bisa meniru dan mencontoh amalan amalan para ulama dan salaf terdahulu yang Insyaallah memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi wanita yang sedang menjalani proses kehamilan mulai dari bulan pertamahamil muda hingga bulan terakhir hamil tua serta sampai menjelang kelahiran. besar harapan bagi ibu hamil dengan membaca amalan amalan baik berupa doa dan wirid maka kelak anaknya lahir dengan selamat, sempurna sehat jasmani dan rohani dan menjadi anak yang sholeh sholehah Insyaallah.

Adapun apa saja amalan ibu hamil yang dimaksud, berikut ini kami sajikan kumpulan amalan untuk ibu hamil dalam islam yang ampuh dan mustajab secara lengkap. daftar amalan dibawah ini terdiri dari bacaan doa-doa dan lafadz dzikir yang ditulis dalam teks arab dan beberapa doa terdapat artiterjemahan bahasa indonesia untuk memudahkan dalam memahami maknanya. kumpulan amalan amalan dibawah ini juga cukup praktis dan mudah untuk diamalkan karena doa doanya pendek dan tidakterlalunpanjang. Amalan ibu hamil yang insya Allah kan memudahkan wanita dalam proses melahirkan adalah sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Adzkar yang diambil dari hadist Rasulullah SAW dan telah diamalkan oleh para salaf terdahulu yaitu sebagai berikut . . .

Diawali Dengan Membaca Ayat Kursi

اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوََ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمُُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَات

وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ

وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ

حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم


Lalu Membaca Ayat Dibawah ini Sebanyak 3 Kali

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ اْلأَرْضَ فِيْ سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى اْلعَرْشِ.يُغْشِيْ

اْللََّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيْثًا وَّالشَّمْسَ وَ اْلقَمَرَ وَ النُّجُوْمَ مُسَخَّرَاتِ بِأَمْرِهِ.أَلاَ لَهُ

اْلخَلْقُ وَاْلأَمْرُ.تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ اْلعَالَمِيْن


Kemudian Membaca Surah

Al-Ikhlas, Mu’awidzatain dan

Al-Fatihah.


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي

الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ

يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ

نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ

وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ


Kemudian Perbanyaklah Membaca Doa Alkarb


لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ العَظِيْمُ اْلحَلِيْمُ،لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ رَبُّ اْْلعَرْشِ اْلعَظَيمِْ،لاَاِلَهَ

اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ الأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ


Amalan Untuk Ibu Hamil Jika Sulit Melahirkan

Ketika dirasa sulit untuk melahirkan, ibu hamil bisa membaca do'a di bawah

ini yang merupakan doanya Sayyidah Maryam. . .


ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰ ﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ


“Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘Iisaa Ukhruj Ayyuhal

Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi”.


Ketika Nabi Isa dan Nabi Yahya berjalan bersama-sama ke suatu daerah,beliau mendengar suara wanita yang sedang mengerang karena sulit dalam melahirkan. Kemudian Nabi Isa berkata kepada Nabi Yahya untuk membacakan doa seperti doa di atas. Setelah dibacakan doa tersebut, wanita tersebut bisa melahirkan dengan mudah.


Amalan Ibu Hamil Agar Diberi Anak Yang Sholeh


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ


Amalan Bagi Wanita Agar Cepat Diberi Anak

Amalan ini adalah Doa Nabi Ibrahim AS ketika belum mempunyai anak


رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Rabbi hablii minash-shalihiin.

Artinya : Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (As-Shaffat: 100)

Amalan Ibu Hamil Agar Tidak Keguguran

Diriwayatkan dari Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos, seorang alim dan wali Allah dari negeri hadromaut. bahawasannya jika ingin anak yang dikandung tidak mengalami keguguran maka dianjurkan kepada ibunya untuk meletakkan tangannya di atas perutnya seraya mem­baca dzikir dibawah ini sebanyak tujuh kali.


7x يَاحَسِيْبُ

Dzikir diatas dibaca setiap habis sholat 5 waktu dan jika di takdirkan keguguran maka akan gugur dalam keadaan hidup Insya Allah.

Amalan Ibu Hamil Agar Melahirkan Anak Laki Laki

Diriwayatkan dari para ulama bahwasannya jika seseorang menginginkan anak yang dilahirkannya berjenis kelamin laki-laki hendaklah sang suami sesering mungkin terutama pada bulan pertama meletakkan tangannya di atas perut istrinya seraya membaca doa di bawah ini


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَللّهُمَّ إِنِّيْ أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا


Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya saya memberi nama apa yang ada dalam perutnya Muhammad,

maka jadikanlah ia untukku seorang laki-laki.

Amalan Bacaan Surat Al-Quran Untuk Ibu Hamil

Dianjurkan bagi ibu hamil untuk lebih sering membaca Al-Quran surat apapun terutama surah surah yang dikhususkan bagi ibu yang sedang mengandung seperti surat surat dibawah ini . . .

Al Mu’minun ayat 12-14

Yusuf ayat 1-16

Lukman ayat 14

Ar Rahman ayat 1-78

Maryam ayat 1-15

Al Imran 35

Al Imran 36 ( Dibaca ibu hamil setelah melahirkan)

Para ulama mengatakan jika sang istri dianjurkan membaca surat maryam

sedangkan suaminya membaca surat yusuf, namun Habib Mundzir menjelaskan bahwa membaca surat Muhammad adalah lebih manjur dan afdhol untuk dibaca baik oleh istri maupun suami untuk kelancaran proses kehamilan.

Dianjurkan pula memperdenarkan sang bayi yang madih dalam kandungan dengan lantunan Al-Quran baik dibaca oleh kedua orang tua maupun diputar dari media pemutar karena hal ini baik bagi sang buah hati di dalam kandungan.


Amalan Doa Harian Bagi Ibu Hamil

Do'a dibawah ini diajarkan oleh Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf bagi ibu yang sedang hamil dan dibaca setiap habis sholat lima waktu . . .


بسم الله الرّحمن الرّحيم


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد، اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ

بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعَ أُمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ، أَنْتَ شَافٍ لاَ

شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا،اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً،وَثَبِّتْ

قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ،اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلِيْمًا فِيْ

الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَتَقَبَّلْ دُعَاءَنَا كَمَا تَقَبَّلْتَ دُعَاءَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى

اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ،اللَّهُمَّ احْفَظِ اْلوَلَدَ الَّذِيْ أَخْرَجَكَ مِنْ عَالَمِ الظَّلاَمِ إِلَى عَالَمِ

النُّوْرِ وَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفَا،اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا وَ مُبَارَكًا وَعَالِمًا

وَ حَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ،اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَ صَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَفْصِحْهُ

لِقِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ اْلمَرَضِ وَ اْلأَسْقَامِ وَالْعَطَشِ بِبَرْكَةِ سَيِّدِنَا

مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَ سَلَّمَ وَ جَمِيْعِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اْلمَلاَئِكَةِ

اْلمُقَرَّبِيْنَ، إِنَّ اللهَ وَ اْلمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا

عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا،وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.آمين


Amalan Untuk Suami Jika Istri Akan Melahirkan

Kemudian bagi suami dianjurkan untuk memperbanyak bacaan doa dibawah ini ketika istrinya sudah ada tanda-tanda akan segera melahirkan . . .


حَنَّا وَلَدَتْ مَرْيَم، مَرْيَم وَلَدَتْ عِيْسَى أُخْرُجْ أَيُّهَا اْلمَوْلُوْدُ بِإِذْنِ اْلمَلِكِ اْلمَعْبُوْدِ

Amalan Ibu Hamil Setelah Proses Melahirkan

Apabila bayi telah lahir maka lakukanlah sebagiamana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yaitu dengan mengumandangkan adzan ditelinga kanan dan iqomat ditelinga kiri sang bayi . . .


الله اكبر الله اكبر x٢

اشهد ان لااله الا الله x٢

اشهد ان محمدارسول الله x٢

حي علي الصلاة x٢

حي علي الفلاح x٢

الله اكبر الله اكبر x١

لا اله الا الله x١


Kemudian membaca surah

Al-Ikhlas


بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُل ْهُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ


Dan diantara amalan salafunasholeh membacakan surat Al-Qadr dengan

meletakkan tangan diatas kepala anak kecil atau masih bayi,brikut bacaan surat Al-Qadar . . .


بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴿١

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴿٣

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ﴿٤

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ﴿٥


Kemudian membacakan surat Alam Nasrah dengan meletakkan tangan di dada anak kecil atau sang bayi, berikut bacaan suratnya . . .


بسم الله الرحمن الرحيم

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢

ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا﴿٥

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ ﴿٧

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب ﴿٨


Dianjurkan pula seperti dalam kitab Al-fawaidul Mukhtar oleh Habib Zein

bin Sumaith yang dinukil dari amalan para salaf agar orang tua memegang kepala bayi atau anaknya sambil membaca doa berikut ini masing masing sebanyak tujuh kali . . .


الشَّهِيْد الشَّهِيْد x7 البَارُ البَارُ x7


Disebutkan didalam nasehat Al-habib Ali bin Muhammad Al-habsyi tentang

amalan diatas insyaallah kelak ketika dewasa akan menjadi anak yang sholeh sesuai apa yang diharapkan oleh orang tuanya.


Jika perilaku dan sikap

anak-anak anda tidak sesuai dengan tabiat anda yaitu tidak berperilaku dan berbudi pekerti baik, maka doakanlah mereka dengan membaca doa dibawah ini . .


اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي أَوْلاَدِيْ،وَ احْفَظْهُمْ وَ لاَ تَضُرَّهُمْ،وَ ارْزُقْنَا بِرَّهُمْ


Dan selesai sudah artikel berjudul Kumpulan Amalan Untuk Ibu Hamil Menurut Islam Lengkap. dianjurkan bagi ibu ketika hamil untuk mengamalkan bacaan doa dan amalan ibu hamil diatas secara istiqomah dengan harapan ALLAH SWT memudahkan kelahiranpersalinan anak kita.ingatlah wahai para ibu muslimah, hakikatnya kelancaran dan selamatnya proses kelahiran anak kita ada di tangan ALLAH SWT, bukan atas usaha anda atau orang lain. wallahu a'lam.


12 Surah Al-Quran yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil


Anak merupakan titipan dari Allah swt. Tidak semua orang dimudahkan untuk mempunyai keturunan. Ini alasannya kenapa banyak orang yang sangat hati-hati menjaga kondisi bayinya sejak di dalam rahim. Berikut ini,12 Surat Al-quran yang dianjurkan untuk ibu hamil.


Sebenarnya apapun ayat

Al-quran yang dibaca itu bagus. Namun ada beberapa surah yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Apa saja?


1. Surah Al-Fatihah


Al-Fatihah merupakan surah pertama di Al-quran. Tidak heran, jika

Al-Fatihah disebut sebagai pembukaan. Surah Al-Fatihah berisi 7 ayat.Lantas,apa keistimewaan dari surah Al-Fatihah?


Surah Al-Fatihah termasuk surat yang paling mulia di Al-Quran.Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Quran. Yang namanya ummu berarti induk (ibu). Tak heran, jika Al-Fatihah menjadi surah wajib yang dibaca saat

shalat. Tidak ada shalat tanpa bacaan Al-Fatihah.


Begitu mulianya surah

Al-Fatihah juga dianjurkan untuk diamalkan oleh ibu hamil. Surah

Al-Fatihah bisa menenangkan hati dan menguatkan daya ingatan. Dengan kata lain, ibu hamil yang mengamalkan surah Al-Fatihah sama saja dengan mendoakan supaya anak yang dikandungnya kelak mempunyai daya ingat yang kuat.


2. Surah Al-Baqarah


Al-Baqarah merupakan surat kedua di Al-Quran. Surah Al-Baqarah ini memiliki 286 ayat. Setiap ayatnya mengandung arti.Tak terkecuali surah

Al-Baqarah ayat 128.


Surah Al-Baqarah ayat 128 ini merupakan salah satu yang dianjurkan untuk ibu hamil. Ayat 128 ini adalah salah satu doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim As bersama Ismail. Dari awal ayat saja maknanya luar biasa.


Pada awal ayatnya berbunyi,Rabbanaa waj ‘ainaa muslimaini”.

Artinya, Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh

kepada Engkau”Sekilas mungkin bunyi ayat tersebut sederhana, namun

jika dicermati lagi maknanya sangat luar biasa.


Kemudian lanjutannya berbunyi, Wa min dzurriyyatinaa ummatam

muslimatal laka”. Artinya, Dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami

umat yang patuh terhadap engkau)".

Dalam penggallan ayat ini bermakna untuk menjadikan generasi berikutnya untuk patuh dan tunduk kepada Sang Pencipta, yaitu Allah swt.Lalu membaca,Wa arina manaasikanaa”,

Dan tunjukilah kami tata cara melaksanakan ibadah”. Maksudnya adalah semoga kita dihindarkan dari

hal-hal yang menyimpang dari aturan Allah swt.

Dan pada akhir ayat berbunyi,

Wa tub ‘alainna innakan antattawwaabur rahiim”.

Artinya, Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah

Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. Maknanya kita sebagai

manusia tak luput dari salah dan senantiasa memohon pintu pertaubatan dari Yang Maha Kuasa.

Nah, untuk ibu hamil, Surah Al-Baqarah ayat ke 128 ini adalah doa memohon agar anak patuh atas perintah Allah swt. Dengan kata lain menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

3. Surah Al-Imran

Al-Imran merupakan surat ketiga yang berisikan 200 ayat. Nah dari sekian banyak ayat dalam Surah Al-Imran, ada beberapa yang sesuai untuk ibu hamil.Di antaranya adalah surah Al-Imran ayat ke dan ayat ke-38.

Pada surah Al-Imran ayat ke 8 berisikan tentang dia untuk memohon rahmat. Pada penggalan ayatnya dibagian akhir,berbunyi Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

Kemudian ada juga ayat lain pada surah Al-Imran yang dianjurkan untuk ibu hamil, yakni ayat ke 38. Ayat ke-38 ini merupakan doa memohon dikarunia anak (keturunan) yang baik. Dalam ayat tersebut dikatakan,Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

4. Surah Yusuf

Surah Yusuf adalah surah ke-12 yang berisikan 111 ayat. Adapun manfaat dari surah Yusuf adalah doa untuk memohon anak yang cantik (rupa dan akhlak).

Seperti yang kita ketahui, dari kisah-kisah Nabi disebutkan bahwa Nabi

Yusuf merupakan nabi yang sangat tampan. Ketampanannya membuat wanita tergila-gila. Namun bukan hanya rupanya yang tampan, melainkan sikapnya juga patut diteladani. Ini alasannya, kenapa surah Yusuf juga menjadi bagian dari amalan yang dibaca oleh ibu hamil.

5. Surah Ibrahim

Surah Ibrahim merupakan surat ke-14 yang berisikan 52 ayat. Nah,pada ayat ke-40 merupakan doa untuk memohon anak supaya senantiasa mendirikan shalat.Seperti yang kita tahu bahwa shalat itu tiang agama. Shalat membentengi iman kita agar tidak goyah dengan berbagai cobaan yang datang. Adapun bunyi surah Ibrahim ayat ke-40, yakni Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami,perkenankanlah doaku”.

6. Surah Maryam

Ayat suci lainnya yang dianjurkan untuk senantiasa dilantunkan oleh ibu

hamil adalah surah Maryam. Surah Maryam merupakan surah ke-19 yang berisikan 98 ayat.Lantas,apa fadhillah dari surah Maryam.? Surah Maryam merupakan doa untuk ibu hamil agar dimudahkan saat persalinan. Persalinan merupakan momen mendebarkan bagi seorang wanita, dimana ia berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan buah hatinya.Nah, tak jarang dalam beberapa kasus harus ada yang dipertaruhkan. Entah kepergian bayi atau sang ibu. Demi melancarkan dan menghindarkan dari kondisi tersebut kita senantiasa memohon doa kepada Allah untuk dimudahkan. Salah satunya dengan surah Maryam.

7. Surah Luqman

Surah Luqman merupakan surah ke-31 yang berisikan 34 ayat. Surah Luqman dipercaya sebagai doa untuk memohon anak yang cerdik. Cerdik dalam mendalami segala ilmu.Selain itu, surah Luqman juga mengingatkan kita untuk bertaqwa. Karena pada hari kiamat nanti, tidak ada yang bisa menolong kecuali amal.Dan semoga dengan mengamalkan surah Luqman saat hamil membuat anak tersebut menjadi anak yang sholehsholehah dan patuh kepada Tuhan.

8. Surah As-Sajdah

As-Sajdah merupakan surah ke-13 yang berisikan 30 ayat.Nah, pada ayat ke 7-9 merupakan doa untuk memohon agar anak sholeh-sholehah.Pada surah As-Sajdah ayat ke 7-9 disebutkan tentang penciptaan manusia.

"Manusia diciptakan sebaik-baiknya dari tanah. Kemudian Dia menjaikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan) Nya.Dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hai (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur".

Maksud dari ayat diatas adalah sebagai pengingat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Dengan bersyukur kita menjadi bagian dari anak yang sholeh-sholehah.

9. Surah Al-Hujurat

Al-Hujurat merupakan surat ke-49 yang berisikan 18 ayat. Ada banyak fadhillah dari surah Al-Hujurat. Salah satunya adalah memperbanyak air susu ibu (ASI). Ini alasannya, kenapa surah Al-Hujurat menjadi bagian dari amalan yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Peran ASI sangatlah penting bagi seorang bayi. Karena nutrisi yang diperlukan oleh bayi adalah ASI. Meski bisa digantikan oleh suu formula. Tapi manfaatnya jauh lebih besar ASI.

10. Surah Al-Furqan

A-Furqan merupakan surah ke-25 yang berisikan 77 ayat. Adapun ayat yang dianjurkan untuk diamalkan oleh ibu hamil adalah ayat ke-74. Surah Al-Furqan ayat ke-74 merupakan doa untuk memohon agat dikaruniai anak yang menyenangkan ibu bapak dan doa untuk keluarga bahagia.

Adapun isi surah Al-Furqan ayat 74 adalah Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-iseri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. Intinya memohon untuk senantiasa diberi kebahagiaan.

11. Yasin

Yasin merupakan surah ke-36 yang berisikan 83 ayat. Seperti yang kita

ketahui, surah Yasin banyak sekali fadhillahnya. Mulai dari sebagai doa untuk menyembuhkan penyakit, dijauhkan dari bala, senantiasa diberikan rezeki, dan masih banyak lagi.

Nah,dari sekian banyak fadhillah, ada satu yang cocok untuk ibu hamil, yakni mendoakan supaya diberikan ketenangan hati dan anak dijauhkan dari godaan setan.

12. Surah At-Taubah

At-Taubah merupakan surat ke-9 yang berisikan 129 ayat.Apa manfaat mengamalkan surah

At-Taubah untuk ibu hamil At-Taubah merupakan doa untuk membersihkan dan menjauhkan dari maksiat.Diharapkan kelak saat anak ini lahir, bisa jadi tauladan bagi orang lain dan jauh dari hal-hal yang dilarang Allah swt. Nah, itu dia 12 surah Al-quran yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua Amiiiin......